Mengenal Manajemen Konstruksi, Fungsi, Tujuan, Serta Tahapannya

Manajemen konstruksi adalah hal yang wajib sebelum melangkah ke proses pembangunan.
Kontraktor dan Jasa Renovasi Rumah

Dalam dunia industri, kita sering mendengar istilah manajemen konstruksi. Lalu, apa itu manajemen konstruksi? Pengertian manajemen konstruksi adalah ilmu tentang teknologi industri di bidang konstruksi dan ilmu manajemen. 

Ilmu tersebut perlu diterapkan agar dalam proses operasional akan berjalan lancar. Untuk mengetahui lebih detail tentang pengertian manajemen konstruksi, simak penjelasannya berikut ini. 

Apa Itu Manajemen Konstruksi? 

manajemen konstruksi

Pengertian manajemen konstruksi merupakan kombinasi antara ilmu konstruksi dan kemampuan mengelola dalam proses pembangunan gedung. Manajemen konstruksi penting dilakukan agar sistem dapat berjalan dengan baik.

Adapun manajemen ini bertujuan untuk mencari sumber daya dan waktu yang seefisien dan seefektif mungkin. Pasalnya, sumber daya dan waktu adalah faktor krusial untuk mencapai kelancaran usaha. 

Adanya manajemen konstruksi ini membuat sumber daya dan waktu bisa dikelola dengan efektif, efisien, dan sistematis. Jadi, pengertian manajemen konstruksi adalah proses pembangunan dimana diperlukan adanya pengelolaan yang tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 

Dalam prosesnya, banyak juga para ahli manajemen konstruksi yang menggunakan analisis manajemen seperti SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, dan Threats)

Fungsi Manajemen Konstruksi 

Berikutnya adalah masalah fungsi manajemen konstruksi. Ada banyak fungsi yang bisa didapatkan dengan menerapkan manajemen proyek ini. Tugas yang berperan penting dalam melakukan manajemen tersebut adalah manajer konstruksi.

Setidaknya ada 7 fungsi yang memenuhi manajemen ini contohnya adalah sebagai berikut: 

1. Perencanaan (Planning) 

Fungsi pertama dari manajemen konstruksi adalah dapat melakukan perencanaan terkait bidang konstruksi. Perencanaan adalah hal dasar untuk kesuksesan pembangunan sehingga tidak boleh dilewatkan. 

Adapun perencanaannya meliputi waktu pengerjaan proyek, sistem pembangunan, sampai kebijakan terkait proyek tersebut. Perencanaan adalah kunci manajemen konstruksi teknik sipil.

2. Pengorganisasian (Organizing) 

Fungsi kedua adalah dapat membentuk organisasi atau tim yang terlibat dalam proses pembangunan. Manajemen konstruksi akan membagi beberapa divisi yang memiliki tugasnya masing-masing sehingga pekerjaan cepat terselesaikan. 

3. Pengarahan (Actuating) 

Manajemen mempunyai wewenang untuk memberikan pengarahan kepada tenaga kerja terkait tugas mereka. Pemberian arahan tersebut dapat memberikan motivasi dan sebagai briefing sebelum kerja. 

4. Pengontrolan (Controlling) 

Manajemen konstruksi berfungsi sebagai alat kontrol dalam pekerjaan agar sumber daya dan waktu menjadi efektif. 

5. Efisiensi Biaya (Cost Control) 

Pengelolaan manajemen konstruksi yang baik dapat membuat anggaran belanja menjadi lebih efisien. Hal ini karena semua sudah dipikirkan dengan matang sehingga memiliki dampak yang baik dan sesuai rencana. Lebih detailnya silahkan baca tips menghemat biaya membangun rumah.

6. Efisiensi Waktu (Time Control) 

Dengan melakukan manajemen, pihak yang berwenang dapat membuat prediksi terkait kondisi yang mungkin terjadi sehingga waktu yang terbuang bisa lebih terkontrol. 

Proses pembangunan juga bisa berjalan dengan baik.

Selengkapnya silahkan baca Fungsi manajemen konstruksi.

7. Manajemen Kualitas (Quality Control) 

Fungsi terakhir yaitu dapat menjaga kualitas proyek menjadi lebih baik dan sesuai dengan rencana yang sudah ada di awal. Dengan demikian saat kita membangun sebuah rumah mengacu pada manajemen konstruksi kualitas sepadan dengan biaya bangun rumah yang dikeluarkan.

Tujuan Manajemen Konstruksi 

manajemen konstruksi

Tujuan utama dari manajemen konstruksi adalah mengatur semua fungsi manajemen agar dapat diterapkan sebaik-baiknya sehingga dapat membuat konstruksi berjalan lancar. 

Untuk mendapatkan tujuan yang sudah disepakati, maka pihak konstruksi juga akan melakukan pengawasan secara ketat terkait dengan quality control. 

Dengan adanya manajemen rekayasa konstruksi, akan memudahkan tahapan pembangunan agar hasilnya menjadi lebih maksimal seperti yang sudah disepakati. 

Tahapan Manajemen Konstruksi 

Ada 5 tahapan dalam manajemen konstruksi yang harus ditelusuri, diantaranya adalah: 

1. Inisiasi 

Tahap pertama yaitu melakukan inisiasi yang dilaksanakan dengan membuat laporan kelayakan proyek dari manajer konstruksi. Laporan tersebut akan diserahkan pada klien yang ingin mengadakan pembangunan. 

Setelah disetujui, manajer akan mengumpulkan inisiasi proyek. 

2. Perencanaan 

Selanjutnya, manajer konstruksi akan membuat perencanaan secara menyeluruh untuk mendapatkan alur kerja yang jelas sampai dengan biaya yang harus dikeluarkan. 

Tahap ini terbilang panjang karena harus selalu melakukan perencanaan baru sampai proyek selesai. 

3. Eksekusi 

Di tahap ini, proyek konstruksi sudah dimulai. Ada dua proses yang menjadi dasar yaitu pelaksanaan dan pengendalian. 

4. Pemantauan 

Penting untuk melakukan proses pemantauan untuk memastikan semua berjalan dengan lancar. Di tahap ini, manajer akan meluangkan waktunya untuk melakukan pemantauan dan observasi mengenai hal apa saja yang terjadi dalam perjalanan proyek. 

Selanjutnya, manajer juga akan menyesuaikan kebijakan sesuai dengan perubahan seiring proses pembangunan. Semua itu dilakukan demi mempertahankan proyek berjalan lancar. 

5. Penutupan 

Terakhir, adalah penutupan atau penyelesaian. Di tahap ini, konstruksi yang sudah dibangun sudah sampai tahap akhir. Oleh sebab itu, manajer konstruksi akan memeriksa kembali apakah proyek tersebut sudah sesuai dengan rencana dan anggaran. 

Terakhir, manajer akan membuat laporan untuk menyelesaikan proyek akhir kepada klien. Tujuannya yaitu untuk memberikan pengetahuan bagi proyek di masa mendatang. 

Penutup 

Demikian penjelasan mengenai pengertian manajemen konstruksi yang harus Anda ketahui. Manajemen ini memiliki peran besar dalam proses pembangunan proyek perusahaan. Oleh sebab itu, penerapan manajemen tersebut harus dilaksanakan bagi tim yang terlibat dalam proyek.

Tinggalkan Balasan