Peralatan Bore Pile dan Strauss Pile Untuk Pondasi Bangunan Vertikal

Pembuatan bore pile dilakukan melalui proses pengeboran bore pile. Oleh karena itu, tentunya dalam pembuatan pondasi ini diperlukan peralatan bore pile khusus.

Pondasi bore pile terdiri dari dua kategori, yaitu berdasarkan bentuk dan berdasarkan alat dan teknik pengerjaan. Cari tahu selengkapnya di pembahasan berikut ini.

Jenis Pondasi Bore Pile Berdasarkan Bentuk

peralatan bore pile

Pondasi bore pile bisa disesuaikan berdasarkan kondisi tanah di area konstruksi pembangunan. Jenis pondasi bore pile berdasarkan bentuknya adalah sebagai berikut:

  • Pondasi bore pile lurus lurus diaplikasikan pada kondisi tanah keras.
  • Pondasi bore pile dengan ujung membesar yang berbentuk seperti bel.
  • Pondasi bore pile dengan bentuk ujung membesar trapesium.
  • Pondasi bore pile berbentuk lurus yang bertujuan untuk konstruksi bangunan di lokasi tanah bebatuan. 

Jenis Pondasi Bore Pile Berdasarkan Alat dan Teknik Pengerjaan

Perbedaan selanjutnya dari jenis pondasi ini yaitu berdasarkan alat borepile dan teknik pengerjaannya.

1. Bore Pile Manual (Strauss Pile)

Pondasi bore pile jenis ini disebut juga teknik manual. Hal ini dikarenakan pekerjaan pondasi bore pile ini hanya menggunakan tenaga manusia. 

Teknik pengeboran pada pondasi ini adalah teknik bor kering, yaitu dilakukan dengan kondisi tanah masih kering, sehingga tidak membutuhkan banyak air. Meskipun membutuhkan tenaga lebih banyak, jenis bore pile ini dinilai lebih praktis dan sederhana. 

Selain itu, strauss pile ini tidak menimbulkan suara bising. Kedalaman pondasi strauss pile ini pada umumnya 6-10 meter, tergantung pada kondisi tanah tempat konstruksi bangunan.

2. Bore Pile Mini Crane

Jenis pondasi bore pile ini menggunakan alat borepile mini crane. Alat ini dinilai efektif jika pengerjaan bangunan berada di kawasan permukiman. Jenis bore pile mini crane ini tidak menimbulkan getaran yang bisa mengganggu bangunan sekitarnya.

Pengeboran menggunakan alat ini dilakukan dengan metode bor basah, sehingga memerlukan sirkulasi air yang cukup saat proses pengeboran.

Baca juga : Software dan Aplikasi Manajemen Konstruksi Andalan Kontraktor

3. Bore Pile Gawang

Jenis pondasi ini hampir mirip dengan mini crane yang juga menggunakan teknik bor basah. Akan tetapi terdapat perbedaan pada tiang gearbox-nya yang harus dilengkapi dengan tambang pada bagian sisi kanan dan kiri. 

Penggunaan tambang ini adalah untuk menjaga alat pengeboran agar tidak melenceng. Dengan demikian hasil bor tetap rata dan tidak merusak struktur tanah yang ada di sekitarnya.

Kapasitas bore pile machine untuk jenis bore pile gawangan ini adalah sebagai berikut:

  • Peralatan bore pile bisa melakukan pengeboran mulai dari diameter 30 cm hingga 100 cm.
  • Kedalaman pengeboran bisa mencapai 30 meter atau bahkan lebih. Perbedaan tersebut tergantung pada kondisi tanah serta kedalaman tanah keras di daerah tersebut.
  • Alat bisa dioperasikan dengan dua cara, baik dengan sistem wash boring maupun dry drilling. Pengoperasian alat tersebut tergantung pada kedalaman air tanah di daerah tersebut.
  • Kapasitas pengeboran per unit mesin bor dengan jam kerja normal (8 jam kerja) bisa menyelesaikan pekerjaan pengeboran dan pengecoran dengan ukuran volume beton sebanyak 2-5 m kubik untuk sistem wash boring dan sistem dry drilling 1-3 m kubik.
  • Kecepatan pelaksanaan pekerjaan tergantung pada beberapa faktor, seperti kondisi lapisan tanah setempat, lokasi kerja, kelancaran pasokan material, cuaca, dan lain sebagainya.

Bagian-bagian pada Alat Bore Pile

Secara umum, peralatan bore pile untuk pembuatan pondasi ini terdiri dari rangka mesin, penggerak bor, pipa bor, mata bor, katrol, pompa, corong bor, pipa tremi, poller, serta alat-alat bantu lainnya.Demikian penjelasan tentang jenis pondasi bore pile serta bagian-bagian alat borepile.

Tinggalkan Balasan